Kamis, 12 Maret 2020

Sistem Pembangunan Di Indonesia


Sistem Pembangunan di Indonesia

Pendahuluan

Latar belakang

Pada hakekatnya, pengertian pembangunan secara umum adalah proses perubahan yang terus menerus untuk menuju keadaan yang lebih baik. Mengenai pengertian pembangunan, para ahli memberikan definisi yang bermacam-macam seperti halnya perencanaan yang sudah dirancang kemudian direalisasikan dan menjadi perubahan yang dapat dimanfaatkan . Istilah pembangunan bisa saja diartikan berbeda oleh satu orang dengan orang lain, daerah yang satu dengan daerah lainnya, Negara satu dengan Negara lain.

Rumusan Masalah Pembangunan di Indonesia

1.      Pemerintah fokus pada masalah pangan
2.      Pemerintah juga memfokuskan pada infrastruktur
3.      Kemiskinan di Indonesia

Kajian Teori

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah. Sistem ini adalah pengganti dari Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan mulai berlaku sejak tahun 2005. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (disingkat RPJP Nasional), adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 20 (dua puluh) tahun. RPJP Nasional untuk tahun 2005 sampai dengan 2025 diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Pelaksanaan RPJP Nasional 2005-2025 terbagi dalam tahap-tahap perencanaan pembangunan dalam periodisasi perencanaan pembangunan jangka menengah nasional 5 (lima) tahunan.

Pembahasan

Berbicara mengenai masalah pangan di Indonesia. Lihat saja Indonesia, sebagai negara agraris penghasil padi kini mulai mengimpor beras. Tidak hanya beras yang di impor, mulai dari daging, kedelai, hingga garam kini mulai di impor. Jika kondisi ini terus dibiarkan akan menyebabkan ketergantungan yang sulit dihindari. Tidak hanya itu, para petani, dan produsen yang ada dalam negeri tidak lagi memiliki ruang gerak yang luas dalam memproduksi hasil lahan mereka. Imbasnya akan bermuara pada rakyat kecil yang terus mengalami penderitaan. Ironis memang, Negara yang memiliki letak yang strategis ditunjang dengan lahan yang subur harus mengimpor pangan dari negara lain. Tapi kenyataan itulah yang di hadapi Indonesia saat ini. Sementara negara-negara Asia Timur seperti Korea Selatan, Taiwan, terlebih Cina merupakan negara yang dianggap tidak memiliki daya. Kini, tidak hanya kebutuhan pangan penduduknya yang dipenuhi, negara-negara ini juga memberikan kehidupan social ekonomi yang jauh lebih baik. Bahkan Negara tersebut sukses dalam pembangunan pertanian, sehingga menghantarkannya memasuki era industri yang penuh dengan persaingan. Coba kita cermati, berbagai panganan olahan bahkan buah-buahan yang di impor dari Negara tersebut khususnya Cina membanjiri Indonesia.

            Dalam hal ini, infrastruktur dapat berperan dalam mempermudah proses produksi, distribusi dan pemasaran, serta meningkatkan aktivitas perekonomian daerah secara keseluruhan. Gibson
& Rioja (2014) menyatakan bahwa ketika infrastruktur mempengaruhi ekonomi melalui
utilitas dan fungsi produksi, maka peningkatan investasi infrastruktur secara signifikan dapat
meningkatkan pertumbuhan dan mengurangi ketimpangan pendapatan, yang menyebabkan
kenaikan tajam tingkat pendapatan yang dimiliki oleh wilayah miskin. Hasil penelitian
Majumder (2012) menunjukkan bahwa infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan
standar hidup rata-rata dan menurunkan angka kemiskinan. Selain itu, fasilitas infrastruktur
dapat memainkan peran penting dalam pengembangan wilayah (Kateja & Maurya, 2011).
Namun, ketika aspek peningkatan utilitas infrastruktur diabaikan, maka akan berpengaruh
pada efek pertumbuhan menjadi lebih kecil dan efek distribusinya hampir tidak ada (Gibson
& Rioja, 2014). Dalam konteks ini, adanya ketimpangan investasi dan infrastruktur akan
berperan terhadap ketimpangan ekonomi (PDRB per kapita) antarwilayah di Indonesia.

            Masalah kemiskinan selalu memperoleh perhatian utama di Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya kesadaran pemerintah bahwa kegagalan mengatasi persoalan kemiskinan akan dapat menyebabkan munculnya berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik di tengahtengah masyarakat. Upaya serius pemerintah untuk mengatasi
kemiskinan sudah dilakukan sejak era Orde Baru. Hasilnya, selama
periode 1976-1996 (Repelita II - V), tingkat kemiskinan di Indonesia
menurun
secara drastis; dari 40 % di awal Repelita II menjadi "hanya"
11% pada awal Repelita V (Mubyarto,2003). Catatan gemilang tersebut
tidak dapat dilepaskan dari keberhasilan bangsa Indonesia dalam
melaksanakan berbagai
program pembangunan ekonomi. Selama tiga
dekade pembangunan tersebut,
ekonomi Indonesia rata-rata tumbuh
di atas 7 persen tiap tahunnya. Keberhasilan Indonesia dalam
melakukan pembangunan ekonomi dan mengurangi
angka kemiskinan
ini kemudian mendapat banyak pujian dari masyarakat dunia.           

Daftar Rujukan

1.      M.H Sulfitri. 2014. Problematika krisis pangan dunia dan dampaknya bagi indonesia. Jurnal academica fisip untad, hlm. 1290
2.      S.Tatan. 2018. Peran Pembangunan Infrastruktur Terhadap Ketimpangan Ekonomi Antar Wilayah di Indonesia. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, hlm. 123
3.      P.A. Erwan. 2007. Mengkaji Potensi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Untuk Pembuatan Kebijakan Anti Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, hlm. 296
4.      id.wikipedia.org. Pengertian Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Di akses 24 Maret. Dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Perencanaan_Pembangunan_Nasional
5.      id.wikipedia.org. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional. Di akses 24 Maret. Dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Perencanaan_Pembangunan_Nasional

20 komentar:

  1. Selamat Pagi Mas Reza .. Saya Arif 010 izin bertanya.. andaikata mas reza menjadi seorang politikus atau bagian pemerintah kebijkan apa yang akan mas reza untuk memperbaiki sistem ekonomi di indonesia?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meningkatkan Infrastruktur yang ada di Indonesia terutama di dalam bidang pendidikan. alasan saya karena memilih mengutamakan bidang pendidikan daripada yang lain adalah supaya masyarakat kita ikut andil dalam pembangunan yang ada di indonesia tidak hanya pemerintah dan politikus yang berperan kita juga membutuhkan peran dari masyarakat demi meningkatkan pembangunan ekonomi yang ada di indonesia ini

      Hapus
  2. Assalamualaikum mas reza saya mau bertanya apakah program program yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia sudah berhasil? Yang nyatanya saat ini kemiskinan masih menjadi permasalahan besar di Indonesia. Tolong kemukakan alasan nya ya, trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dikatakan berhasil menurut saya sendiri juga iya tetapi tidak merata , pemerintah memfokuskan terhadap kota yang memiliki tingkat kemiskinan terbesar yang ada di indonesia terlebih dahulu dan mencicil sedikit demi sedikit merangkul ke daerah lain . dan hal ini tidak dilakukan secara cepat membutuhkan proses yang lama atau bertahun-tahun karena jumlah penduduk mengalami kenaikan dari tahun ke tahun

      Hapus
  3. Hallo mas reza, izinkan saya bertanya. Menurut pendapat saudara apakah masalah kemiskinan yang ada di indonesia juga dipengaruhi dengan tingkat infrastruktur yang ada ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebetulnya tidak karena pemerintahan RI sudah melakukan yang dianggap untuk mengurangi angka kemiskinan tetatpi terhambat kenaikan jumlah penduduk yang sangat signifikan. kalau saya menjadi pemerintah saya juga akan merasa begitu karena jika peran pemerintah sendiri yang melakukan untuk menekan angka kemiskinan, apakah masyarakat juga akan mematuhinya semua ?, kita juga membutuh kan peran dalam masyarakat untuk pembangunan ekonomi yang ada di Indonesia

      Hapus
  4. selamat pagi mas reza, saya mau bertanya apakah kebijakan pemerintah dengan adanya pembangunan insfratuktur itu bisa mengatasi permasalahan ekonomi, kalau bisa dibagaian mana yang menjadi fokus utama ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa, dalam bidang pendidikan karena kita membutuhkan peran dari penerus bangsa yang mampu mencipatkan ide-ide yang kreatif dan cemerlang untuk pembangunan di indonesia , dan peran pemerintah juga masyarakat juga di perlukan di dalam sini

      Hapus
  5. Siang mas, saya mau tanya . Berkaitan dengan tema yang di angkat yaitu pembangunan ekonomi di indonesia. Pembangunan ekonomi di indonesia apakah ada kaitannya dengan hutang negara? Jika iya berikan alasan jika tidak berikan alasan. Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada , pembangunan ekonomi / yang meliputi infrastruktur di indonesia pasti membutuhkan banyak dana , Indonesia tidak mungkin bisa menghadapi hal tersebut sendiri dari penghasilan negara yaitu dari pajak , ekspor dan lain-lain. Indonesia juga mempunyai hutang negara .

      Hapus
  6. Selamat siang mas Reza. Mohon izin bertanya. Menurut anda bagaimana kriteria pembangunan ekonomi yang berhasil itu?. Dan apakah pembangunan ekonomi negara kita sudah sesuai dengan kriteria tersebut?. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dari saya sendiri untuk mengukur ktingkat keberhasilan suatu negara dalam pembangunan ekonomi bisa dikatakan berhasil itu sangatlah sulit / dari orang-orang menyimpulkan berbeda-beda. kalau dari saya sendiri adalah keberhasilan diukur dari permasalahan ekonomi yang dihadapi di indonesia contoh salah satunya adalah kemisikinan yaitu pemerintah RI bisa menekan peningkatan kemiskinan di indoesia secara merata

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Selamat pagi, saya mau bertanya,apakah ada masalah dan hambatan dalam pembangunan ekonomi dinegara indonesia , dan mengapa hal itu terjadi serta apa kebijakan yang diambil pemerintah dalam mengatasi masalah dan hambatan tersebut ? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. permasalahannya ada di masyarakat, masyarakat tidak semua nya bisa diajak untuk berkompromi atas pembangunan ekonomi yang ada di indonesia contoh nya tingkat jumlah penduduk yang ada di indonesia selalu meningkat tiap tahun dan pemerintah akan kewalahan jika melakukan kebijakan untuk mengurangi jumlah penduduk dan menimbulkan kemiskinan

      Hapus
  9. Assalamualaikum mas Reza, Izin bertanya. Terkait pemerataan pembangunan di Indonesia. Menurut anda apakah pembangunan di Indonesia ini sudah merata hingga ke penjuru negeri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya belum, karena yang saya tahu yaitu daerah daerah yang memiliki jumlah penduduk sedikit dan pendidikan yang rendah yaitu di papua karena belum ada infrastruktur yang sudah berkembang di sana apabila sudah ada maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk pemerataan

      Hapus
  10. selamat sore mas reza, bagaimana pendapat mas reza mengenai pembangunan infrastruktur yang menggusur rumah-rumah warga untuk pembuatan apartemen atau pun pusat perbelanjaan?

    Terimakasih

    BalasHapus
  11. selamat sore mas reza, bagaimana pendapat mas reza mengenai pembangunan infrastruktur yang menggusur rumah-rumah warga untuk pembuatan apartemen atau pun pusat perbelanjaan?

    Terimakasih

    BalasHapus